Posts tagged ‘politik’

unity in diversity. are u sure?

just now i thought something about diversities that spread wide in Indonesia.

we are different each other, not only tribes but also in faith and religion. the founder of our nation had a dream of having a nation that respect each other because of our differences.

that is why, now i recall something fishy in the term of Unity in diversity. there won’t be any unity in diversity, because what are different can not be unite! how can you simply for example, unite a woman and a man together as one? it’s impossible. because not only they have two different sex, they also two different person.

what can we do, then?

the answer is actually pretty easy. it’s to COOPERATE. we can manage peace condition toward cooperation each other, that is what happen in marriage (as an organization), and that what (should) also occur in plural society like Indonesia.

you see, i just read an article about this in http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/kolom/artikel.php?aid=28084 about some thoughts of diversities on Ahmadiyah problem.

that article remind me to one of my classes, of Mas Nur given me a lecture about the theory that fits to what i am writing now.

what will happen if people keep shouting the slogan of UNITY in DIVERSITY all the time?? now i have the answer, that people will have a chaotic condition since everyone got suspicious toward each other. there will be more and bigger horizontal and vertical conflicts in the society.

the NEW ORDER era had passed, but the inheritance still live among the society. i mean, they used to close their eyes about diversities in Indonesia and thought it would caused problems, but now we can see, because of that thought, people is trying to make unity among Indonesian society by pursuing what is best according to them (for example, many discrimination constitutions made as if the rules is fair for all different people in Indonesia, like the use of Syariaa in some regions and other)

i’m not trying to make any further problem here or even trying to push Moslem as the majority living in the country. what i catch from the situation happening is that the use of faith and religion often because of political (and greedy and egoistical) reasons by individual government. they use it to get simpathy of the majorities, but do not they recall that this also discriminate the minorities? the rules are made for good reasons (they say), indeed. but how about the other people that can not get the benefits of the constitutions?

the use of pushing one faith or pushing one culture into a multicultural societies is really not a good idea. it will only caused chaos. and on top of that, it will ruin the nation.

so, still believing in Unity in Diversity?

July 20, 2008 at 4:43 PM 2 comments

Kekerasan yang Membudaya…:x

mungkin saya telat karena udah beberapa hari ini gak baca koran dan gak nonton berita (maklum, gak ada tv di kosan..:p)

mungkin sebagian besar pembaca sudah tau tentang insiden di Monas ya….hmmm…

apapun alasannya, apapun penyebabnya, apapun provokasinya…saya pribadi sangat kecewa dan makin terpuruk (agak didramatisir sedikit) sama mental masyarakat indonesia.

apa semua harus diselesaikan dengan kekerasan? apa hal yang tidak sesuai dengan pemikiran kelompok tertentu harus dimusnahkan dengan kekerasan dan pemukulan? kemana unity in diversity yang dibangga-banggakan bangsa indonesia itu??

anggaplah FPI marah karena provokasi AKKBB terhadap kelompok mereka. lalu apa lantas itu menjadi justifikasi penyerangan mereka yang bersifat anarkis tersebut?

hello…kmana aja lu FPI slama ini? geez….tkang baso dihancurin dagangannya hanya karena jualan pas puasa, tempat bilyard dibilang maksiat, etc.. coba, kalo gitu, gw berhak dong buat nyerang FPI, karena gw (mungkin aja) merasa dirugikan atas tindakannya yang JAUH SANGAT LEBIH provokatif tersebut.

padahal definisi salah benar haram tidak itu aja berbeda-beda di negara ini. lantas karena smua berbeda dengan FPI harus dihancurin dan diporak-porandakan? bullshit.

kita ini hidup di zaman reformasi, dimana kebebasan berpendapat itu sangat dijunjung tinggi (mestinya). anggaplah ahmadiyah sebagai minoritas disini mau minta didengarkan pendapatnya dengan cara demonstrasi damai (meskipun bawa snjata tapi gak ditembakkin kan? lagian 1 senjata aj dan tak terlihat dipakai gitu), trus knapa kalo FPI merasa tersinggung langsung menyerbu?? MENTAL PREMAN. mau ahmadiyahitu aliran sesat atau bukan, tidak sepantasnya segala hal diselesaikan dengan kekerasan. nalar etika lu dimana siiiihhh??

bener2 pengen numpahin esmosi disini. udah kelar dan puas mukulin orang, masalah tanggung jawab skarang jadi lempar2an.
kita liat aja ntar siapa yang secara jantan berani bertanggung jawab sama masalah ini. biarkan bangsa indonesia berharap ada seorang patriot yang paling tidak mengakui kesalahannya.

ini berlaku bukan buat FPI doank (meskipun mereka sasaran utama emosi saya) namun juga bagi perkumpulan2 (terutama) pemuda yang lain.

apapun itu namanya, pemuda pancasila, laskar A B C, FRONT X Y Z. apalah…! gak penting namanya! jangan hanya ribut dan mukulin orang ato ngancurin barang kalo merasa terhina ya! hidup itu apa cuma buat ngerugiin orang lain aja?? okelah kalian smua ada hal baik dan akhlak2 bagus juga yang (mungkin) bisa dijadikan panutan, tapi itu mestinya diimbangi dengan praktik perbuatan yang seimbang pula, jangan berlawanan!

muslim itu katanya anti kekerasan, pancasila itu katanya nasionalis, nah, BUKTIKAN DONK!

lelah saya ngelyat berita kekerasan mulu di mana-mana. hidup udah susah bung, jangan ditambah susah. anda stress, saya juga. masalah gak hanya berkisar di kelompok kalian, jangan jadi sok pahlawan dengan cara anarki gitu hanya karena beranggapan pemerintah udah bobrok dan gak bisa dipercaya! kalo gitu, skalian aja bubarin negara! tapi itu gak mungkin kan? karena negara masih punya otoritas tinggi, jadi sebaiknya salurkan kekecewaan kalian ke bentuk yang lebih sehat.

dmonstrasi? OK –> asal jangan anarki. lagian janganlah urusan remeh temeh juga yang kbanyakan diurusin….daripada ngurusin artis biar dapet popularitas masyarakat, mending demo tuh buat hal yang lebih esensial…jangan asal demo doang!

trus isi otak pake pengetahuan! jangan asal baca kitab doank, karena ilmu tanpa agama itu buta, dan agama tanpa ilmu itu hampa (yah kira2 kalo gak salah gitu deh kalimatnya…:P)

jangan biasakan mental preman dipupuk, kalo kayak gini buat program apapun pemerintah, gak akan ada investasi asing masuk ke indo, apalagi untuk bidang pariwisata..lah, isinya kekerasan mulu di indonesia..

keep peace, man!

amel

June 3, 2008 at 4:22 PM 8 comments

nasionalisme mahasiswa HI

paling tidak menurut saya saja di sekitaran kampus saya, entah kalo fenomena ini terjadi pula di kampus lainnya.

kalau kita berbicara seorang mahasiswa yang mengambil jurusan Hubungan Internasional, tentunya apa yang dipelajari seputaran politik internasional maupun hubungan diplomatik berbagai aktor yang ada.

setahu saya, politik internasional suatu negara itu dipengaruhi sekali oleh politik domestiknya. begitu juga indonesia, yang selama ini politik luar negerinya termasuk yang ‘loyo’, ya karena keadaan domestiknya juga turut mempengaruhi keadaan tersebut.

sayangnya, kebanyakan mahasiswa Hub.internasional lebih perduli dengan apa yang terjadi di luar negeri sana, tanpa menumbuhkan minat yang sbegitu besarnyaa untuk politik dalam negeri. padahal untuk menguasai politik luar negeri, terlebih dulu kita harus memahami apa yang terjadi di dalam bukan?

penyakit ini terjadi tidak hanya pada saya, tetapi kepada banyak teman2 lainnya.

pertanyaan saya: pantaskah seorang mahasiswa hubungan internasional dianggap mumpuni masalah politk luar negeri kalau mereka sendiri tidak memahami keadaan dalam negerinya sendiri?

yah…mungkin pertanyaan dan tulisan saya kurang begitu penting untuk dipikirkan lebih lanjut. cuma akhir2 ini saya menangkap suatu fenomena bahwa mahasiswa hi selepas sarjana lebih berpikir untuk kerja di luar negeri, bersama badan-badan luar negeri, untk kepentingan mereka sendiri (ntah itu sosial maupun money oriented)

the thing is, yang saya mau coba katakan, seharusnya mahasiswa hi menunjukkan rasa nasionalismenya dengan cara  lebih perduli dengan keadaan lokal, menggunakan ilmunya tersebut. mungkin dapat digunakan sebagai sarana analisis, atau apapun, daripada membahas masalah internasional yang sangat kompleks namun meninggalkan masalah domestik yang tidak kalah kompleksnya.

sekali lagi, ini sebatas pemikiran saya yang idealistik dan mungkin cenderung aneh…hahaha..

maunya saya sih gitu, tapi kenyataan kan beda banget ya… :p

May 26, 2008 at 6:45 AM 5 comments

militer sebatas kuasa soeharto

hari ini pengen jadi sejarawan sedikit ah…hahaha

jadi gini,

selama ini di forum internasional Indonesia selalu aja berbangga akan keberhasilannya mengadakan pemilu langsung setelah selama 30 tahun [katanya] diperintah oleh militer. dengan modal begitu Indonesia hampir saja selalu menawarkan diri untuk menjadi contoh akan keberhasilan demiliterisasi pada forum-forum internasional.

tapi ada satu hal yang selalu aja jadi pemikiran di benak saya: apa iya indonesia selama 30 tahun diperintah oleh militer? itu pertanyaan mendasar yang mesti dijawab.

selama orde baru, yang memerintah kita adalah Soeharto. ya, dia memang mantan militer, tetapi sebatas pengetahuan saya yang awam ini, semasa menjadi presiden, seharusnya soeharto bukan lagi pejabat aktif di militer, melainkan masyarakat sipil (yang mestinya) biasa dan ‘hanya’ sekedar pensiunan militer. jadi, selama 30 tahunan ini kita sebenarnya, dari sudut pandang saya, diperintah oleh seorang sipil, dan bukannya militer.

memang, harus diakui dengan sepenuh hati, soeharto dan militer tidak dapat dipisahkan secara jelas. pada jaman orde baru, militer menjadi antek-antek alias kaki tangan soeharto untuk melancarkan kebijakan-kebijakan politiknya di negeri ini. dan memang, militer mempunyai tempat khusus dan strata tertentu yang prakteknya lebih tinggi daripada kedudukan sipil. tetapi, tetap saja dari kenyataan barusan, saya tidak melihat adanya kuasa militer aktif scara struktural dalam pemerintahan indonesia, yang ada hanya dwifungsi militer yang nampak jelas melalui penyelewangan2 jabatan sipil di indonesia, dan itu tidak akan saya kategorikan sebagai pemerintahan militer, melainkan ‘hanya’ penyelewengan fungsi profesional saja.

maka ketika diadakan pemilu langsung di Indonesia pada jaman reformasi, dan berhasil, mestinya itu kita kategorikan pula sebagai era pasca-soeharto, bukan era pasca-militer. terlepas dari perannya yang cukup signifikan, sebenarnya otak utama pemerintahan jaman orde baru bukanlah militer, namun soeharto.

maka dari itu, saya yang orang awam ini merasa agak bingung, dengan keinginan Indonesia untuk menjadi contoh keberhasilan reformasi pasca-orde baru dalam pemilihan langsung dan pemerintahan tanpa kudeta militer. karena menurut saya agak gak nyambung. ini seperti permainan definisi yang dipakai indonesia dalam politik luar negeri agar bisa memilikki peran penting (at least) dalam percaturan internasional sebagai negara dengan keberhasilan demokrasinya.

dihubungkan dengan kasus-kasus seperti di beberapa wilayah afrika, yang memiliki pemerintahan labil selepas rezim militer beberapa dekade, dan juga kudeta yang terjadi di thailand juga filipina, sebenarnya menurut saya nature-nya aja udah beda, kalo indonesia mau dijadiin contoh untuk penyelesaian kasus2 tersebut ya menurut saya gak akan nyambung aja. wong indonesia belum pernah ada kudeta militer sebelumnya (well, PKI itu bukan militer kan?), masa mau jadi contoh keberhasilan reformasi ‘pasca-militer’?

kesimpulan yang dapat saya beri dari keterangan dan [sekedar] analisis saya diatas ya bahwa mbok kalo indonesia pengen dapet peran internasional yang lebih lagi, tolong dibenerin dulu politik dalam negerinya, jangan pakai istilah2 yang agak diplesetkan seperti diatas, yang bikin orang kayak saya bingung…

-sebatas goresan sebelum uas tepol-

ps: mungkin ada yang bisa membantu saya menjelaskan apakah era orde baru dapat dikategorikan sebagai era-militer (dimana militer benar2 menjadi tonggak pemimpin di Indonesia) dan bukannya era-soeharto (yang saya definisikan sebgai seorang sipil) disini?

May 12, 2008 at 3:23 PM Leave a comment


August 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts

Blog Stats

  • 6,940 hits