Posts tagged ‘mahasiswa’

my old, still-relevant post

ini merupakan tulisan lama dari blog gw, uda taon lalu banget gw buat waktu semester2 awal gitu, tapi masih relevan adanya…haha..enjoy 😉

multikultural, demokrasi, dan teman2nya

November 14th, 2007 by june1988-id

shoot…tadi udah nulis panjang lebar trus kehapus…..nyebelin.

udhalah, diulang lagi ya:

a friend once told me to changed. berubah buat ke arah yang lebih normal dan lebih baik dalam pandangan mainstream komunitas. maksudnya dy sangat baik, dan gw sangat menghargai itu, dy gak pengen gw dianggap ‘freak’ seperti biasa gw di cap…[padhal gw nyantai aj tuh..hahaha]. tapi dy lalu bilang juga, bahwa gw jangan barubah gmana gitu…cukup jadi diri sendiri aj, cuman lebih baik. okay, sumhow i got the point…biar agak kontradiktif juga..

well, cerita gw diatas itu hanyalah satu dari banyak contoh yg terjadi di masyarakat, dimana dalam masyarakat yang katanya mengakui segala perbedaan ini, ternyata masih belom bisa menjalani secara penuh hati apa yg menurut mereka itu ideologi yang ‘baik’.

maksud gw gini, yah…ini juga bukan murni pemikiran gw, dan merupakan pencerahan dalam sebuah diskusi yg ternyata lumayan menarik…hehehe…

iya, jadi, lu gak akan guna berkoar2 demokrasi, yg mana mengakui hak2 orang del el el, ketika elu belom bisa mengakui hak orang lain sebagai individu. misalnya, klo lu majikan, lu belon bisa ngakuin hak pembantu lu ketika lu kasih gaji pembantu yang udah kerja keras gak sesuai sama keringat yg udah dy keluarin….

ato ketika lu mengagungkan yg namanya unity in diversity, tapi pada nyatanya, lu suka ngetawain n ngomongin orang yang ternya beda dari mainstream yg ada, hanya karena lu merasa dy aneh. see? sama aj boong kan? dan itu terjadi secara nyata di depan mata gw sendiri, meskipun gw rasa mereka gak sadar sama kelakuan dan omongan mreka.

manusia kebanyakan, cenderung ingin diakuin haknya sbagai manusia, dan dihargai perbedaannya sebagai individu. sayangnya, hal tersebut gak dibarengi sama kelakuan mereka. istilah gak mau take n give, hanya take without giving anything. percuma kan kalo lu ngomong dan ngagungin ideologi lu yang judulnya keren itu tapi gak bisa lu terapin dalam kehidupan lu sendiri.

hal ini lebih parah lagi kalo udah masuk ke dunia politik. sadar gak sih, banyak manusia yang merasa politik itu segitu gampangnya dijalani? pdahal kalo mau jujur ya, orang2 yg memandang poltik sedangkal itu, dy biasanya yg dijadiin bidak atau pion dalam dunia politik yg sangat keras dan bejat ini. sadar gak sih, orang2 yang lu agungkan membawa ideologi ini atau itu, bisa aja pribadinya gak berpegang pada ideologi itu, hanya saja, dy menggunakan ideologi itu untuk menjerat massa dan memobilisasi banyak hal untuk mengantarkannya ke dalam suatu jabatan ato posisi tertentu.

well, pada akhirnya smua ini adalah asumsi gw yang belom dapat dijelaskan secara faktual lewat data2 yg ada. but at least, gw berharap, dengan gw nulis gini, ada kesadaran kritis minimal dari yang baca, buat berpikir berkali2, bahwa untuk memahami suatu masalah, gak bisa hanya mengetahui berita dari 1 ato 2 sisim tapi dari berbagai sisi. sehingga kita bisa lebih wise dalam memutuskan suatu solusi dalam permasalahan tersbut.

in the end [again], biarpun kata2 gw masih brantakan dan scattered like always, hoope u guys udah dapet gamabaran dari apa yg gw omongin. BE REAL. NOT THEATRICAL n PLASTICS

Advertisements

May 7, 2009 at 12:29 AM 3 comments

Jakarta chronicles a.k.a curhat colongan

benernya cuma bagian dari curhat dan keluhan saya yang terus terngiang ketika tiba ke ibukota ini dari senin malam. mungkin sebagian besar udah biasa, tapi gak ada salahnya untuk terus mengingatkan pemerintah terus ya…

1. jalan rusak:

ya oloh…..ini mah beneran deh….di hampir setiap jalan yang saya lalui kemaren (kebanyakan daerah jakarta timur sih) semua rusak. gak ada yang 100% bersih dari sistem tambal-sulam. bahkan di jalan yang cukup besar di daerah UKI, tambalannya udah kayak jerawat yang meninggalkan bopeng seumur hidup.

katanya IBU KOTA, katanya VISIT INDONESIA, ya mbok sebelum ngeluarin visi dan program macem2 jangan mendadak toh…..paling persiapkan dulu dari beberapa tahun sebelumnya, perbaikin fasilitasnya, macam bandara (yang katanya) internasional soekarno-hatta. jangan kusem begitu, orang juga mana seneng baru datang disambut kekusaman dan ‘kekosongan’ bandara.

buat beresin jalan, yah gak usahlah 100% sampe jalan kecil juga dibenerin, tapi jalan2 utama dan besar dulu coba dibenerin bukan dengan sistem tambal sulam, biar jangan bikin malu. ibukota kok banyak ‘sakit’nya…banyak lo ekspatriat yang nulis kekesalan mereka dan mendeskripsikan jakarta as hell city of Indonesia. jangan sampe ada PENGGEDE kecelakaan baru dibenerin jalannya. lelet banget itu artinya, percuma digaji jadi pemerintah, fungsinya kan juga untuk mencegah, bukan hanya mengobati masalah…

2. Macet:

jangan ribut ngomongin monorail atopun ngurusin busway (yg banyak korupsi pegawainya), bagaimana untuk mencegah dan mengatasi kemacetan di jakarta, tapi coba donk..batasi penggunaan kendaraan pribadi, benerin (lagi-lagi) fasilitas dan prasarana transportasi yang ada, itu kan lebih simpel..

gmana cara batasin kendaraan bermotor? kmaren saya denger di radio, bahwa buat batasin itu banyak caranya, ngasih pajak yang lebih tinggi untuk mobil kedua dan ketiga dan seterusnya, sama pajak tinggi juga buat mobil mewah. saya rasa itu ide yang cukup baik, daripada pemerintah sibuk terus mikirin ini itu yang kurang penting, monngo dicoba cari penyebab kmacetan yang luar binasa mengesalkannya ini, karena solusi yang baik datang dari pemahaman masalah yang baik juga

3. Mahasiswa:

yang ini mah curhat sangat colongan…gara2 kmaren saya mesti muter jauh karena mahasiswa UKI masih demonstrasi di depan kampus mereka. nah…daripada bikin masyarakat tambah stress mesti melewati macet yang sebenarnya gak perlu ada itu ditmbah mesti ngeluarin bensin extra karena macet itu, coba ya dicari tempat lain yang lebih strategis dan gak nyusahin rakyat banyak. gmana mau dapet simpati kalo gitu? ntar malah dimaki-maki adanya kan…

terus ngomong-ngomong tentang simpati, ya mbok bersimpati juga sama polisi yang ngurusin mereka demo. biarpun saya sendiri masih rada skeptis sama polisi, tapi untuk urusan perut dan ekonomi mereka itu lebih sengsara mungkind aripada orang tua dan keluarga mahasiswa.

coba pikir, polisi yang diutus itu bukannya dengan pangkat, apalagi punya gaji gede. mestinya mahasiswa lyat kenyataan itu, plus mereka juga manusia, punya esmosi kayak kita2, ya jangan asal maki juga donk, ntar kalo polisi yang emosi kita mah enak tinggal nyalahin mereka kan? mereka juga korban lo kalo mau dilihat dari masalah kenaikkan bbm, skarang bagaimana kita yang terdidik ini dapat memahami posisi mereka aja…gitu…

——————————————————————

banyak lagi sih, cuman capek kalo disebutin satu2, lgian curhat ini…hahaha….paling gak kalo ketiga hal diatas bisa terkurangi intensitasnya, pasti orang2 makin gak stress dan lebih produktif di jakarta ini.

benernya gak baik sih banyak2 ngeluh, tapi gak tau knapa semenjak menginjakkan kaki di jakarta, pala saya bawaannya pengen marah2 terus…hahahaa…..

smoga bapak2 pejabat yang sudah terpilih mengerjakan tugasnya yang mendasar dan penting dulu bagi masyarakat, bukannya yang muluk2 ato yang gede2…..

seorang masyarakat jakarta,

amel

May 28, 2008 at 4:50 AM 4 comments

Gerakan Mahasiswa menentang BBM: cermin buruknya edukasi?

akhir-akhir ini Indonesia sedang dihebohkan oleh berbagai berita, salah satunya kenaikan BBM yang sudah terjadi mulai hari ini tengah malam tadi, Sabtu, 24 Mei 2008. banyak berita yang menceritakan antrian yang seperti ular di pelbagai pom bensin yang tersebar, hal ini blom lagi ditambah dengan adanya kelangkaan di beberapa tempat.

sore ini, waktu saya dan kawan karib (halah) saya sedang berada di angkot untuk pergi ke toko buku, terdengarlah percakapan bahasa sunda antar supir dan pengangkut (yang kebetulan membawa minyak tanah). saya tidak bisa menerjemahkan secara pasti, tapi kira-kira bunyinya begini:

penumpang (p): “itu macet karena apa ya?”

supir(s): “itu tuh…mahasiswa pada demo di depan gedung sate, sampe nginep segala lagi”

p: “kenapa? gara2 BBM naik itu?”

s: “iya kayaknya, padahal mau mereka nginep juga BBM gak bakalan turun… padahal di koran diman-mana juga dikasih tahu, masalahnya bukan di pemerintah kalo naik BBM, itu mah dari pangkalannya di luar negeri sono, yang masalah di pangkalan internasionalnya, kok masih ngeyel sih”

….

dan begitulah kira-kira sepetik cuplikannya. sepertinya si bapak supir gemar membaca koran, soalnya saya lihat di dashboard mobilnya ada koran lokal yang hendak dy bca juga.

saya dan teman saya tersenyum geli melihatnya. ternyata bapak supir ini lebih rajin dari mahasiswa2 yang katanya mesti lebih rajin itu.

seperti yang kita tahu, masalah kenaikan harga minyak merupakan polemik internasional yang berhubungan dengan masalah rumit yang tidak akan saya bahas disini. intinya adalah, bukan salah pemerintah kalau gak bisa subsidi rakyat lagi.

hal ini harus kita tanamkan di pikiran kita:

negara besar dengan penduduk kurang lebih 200jt orang, yang kebanyakan hidupnya bergantung oleh bahan bakar fosil, seperti minyak. dengan keadaan ekonomi pemerintah yang masih belum stabil anggaran dan simpanannya, dan banyaknya masalah yang harus diselesaikan, tidak adil rasanya kalau kita menuntut lebih banyak lagi dari pemerintah.

selama ini masyarakat indonesia ini sudah dimanjakan dengan subsidi ini dan subsidi itu, dengan bantuan ini dan bantuan itu, dan membuat mental-mental masyarakat menjadi mental ‘harus dibantu’ kalo gak, gak bisa maju.

hal ini harus dihapuskan dari benak masyarakat kita. memang benar kalau pemerintah itu harus menyejahterakan rakyat, tapi pikirin juga donk, apa sanggup dengan segitu mudahnya pemerintah dapat menyelesaikan semua maslah dengan gampangnya?

Mahasiswa: provokator

akhir-akhir ini gerakan unjuk rasa mahasiswa semakin sering terdengar sehubungan dengan kenaikkan harga BBM di Indonesia, mereka menuntut pemerintah untuk tidak menaikkan harga. mereka-mereka yang berunjuk rasa itu, menurut saya, tidak pantas untuk mengkritik pemerintah dengan semudah dan seenaknya saja.

saya sendiri seorang mahasiswa, tapi saya tidak mendukung apa yang rekan-rekan aktivis lakukan dengan berunjuk rasa di pelbagai tempat.

begini, sebagai seorang mahasiswa, yang sudah diajarkan bagaimana caranya untuk menganalisa sesuatu dengan baik, seharusnya mereka dapat melihat, sebab-musabab pemerintah menaikkan harga BBM itu karena apa, dan mencoba menilik sumber utama.

kalau saja mereka jeli dan memahami, mereka akan tahu, kenaikkan harga BBM ini bukan salah pemerintah, tapi karena masalah yng terjadi di dunia internasional sana, sehingga harga makin melonjak terus setiap waktu. kalau harga dunia internasional sudah melejit tinggi, pemerintah tentu harus mengeluarkan kocek lebih dalam lagi untuk membelinya agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. NAH, duitnya dari mana? sedangkan pemerintah sndiri juga gak segitu kayanya untuk membeli minyak dengan harga baru yang mahal.

konsekuensinya, agar kebutuhan minyak dapat terpenuhi, pemerintah harus memotong pengeluaran yang lain, yaitu dari subsidi, agar biarpun mahalan dikit, paling tidak masyarakat tidak langka BBM di dalam negeri. ini sebuah penjelasan singkat dan mudah yang coba saya gunakan.

dari hal diatas, mestinya mahasiswa sudah sadar, kenaikkan harga bukannya salah pemerintah, tapi UDAH KONSEKUENSI yang harus diterima. kalo gak, lu mau negara bangkrut?

tapi yang saya heran, mahasiswa malah jadi penggerak provokasi agar pemerintah menurunkan harga BBM (yang mana juga udah gak mungkin). kalau yang demonstrasi rakyat kecil ato ibu rumah tangga, saya masih mengerti, itu aspirasi mereka sebagai korban langsung. namun, kalau mahasiswa? itu yang saya blum pahami, orang mereka kalau mau beraspirasi, mestinya tunjukkan aspirasi ala mahasiswa, kasih solusi kek, bukannya kasih tekanan ke pemerintah indonesia yang udah ditekan sana-sini.

apalagi teman saya sempat bercerita beberapa kasus bakar ban di televisi untuk unjuk rasa. bakar ban itu pake bahan bakar lo, minyak tanah. daripada dibuang2, mendingan sumbangin ke yang perlu aj kan. belum lagi banyak tindakan anarkis lain yang dilakukan, tidak mencerminkan kelakuan seorang yang sudah dididik sebegitu tingginya.

contoh donk supir angkot yang tadi saya ilustrasikan; bahkan dia yang terkena dampak langsung dari kenaikan BBM, bisa menanggapinya dengan positif dan gak hanya asal asbun doank. dia mengerti dan membuka wawasannya. menurut saya, sikap supir angkot tadi lebih mencerminkan tingkat edukasi yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang berdemo itu.

saya gak bilang unjuk rasa atau demonstrasi itu salah, namun yang saya coba katakan disini adalah bagaimana mahasiswa sebagai seorang yang teredukasi tinggi, dapat menggunakan unjuk rasa dan demontrasi sebagai ajang untuk menyampaikan aspirasi yang positif dan membangun, bukan hanya menekan dan menjelek-jelekan saja. karena kalau hal terakhir saja yang ditekankan, kok saya jadi pesimistis dengan kualitas mahasiswa di Indonesia..

jujur saja, untuk masalah yang membebani rakyat kecil sendiri, saya gak bisa ngasih komentar, karena mereka yang paling menderita memang. tapi dari sini, yang harus dipahami adalah sekarang bagaimana caranya agar kita dapat mencari solusi bagi masyarakat kecil yang tertimpa dampak ini? bukan lagi ngomongin tentang bagaimana caranya nurunin BBM, karena itu udah basi.

itu, yang menurut saya, harusnya mahasiswa aspirasikan. bukannya aspirasi asbun yang gak mencerminkan tingkat edukasi mereka.

salam mahasiswa,

amel

May 24, 2008 at 2:48 PM 9 comments


October 2017
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Blog Stats

  • 6,943 hits