Posts tagged ‘ekonomi’

Gerakan Mahasiswa menentang BBM: cermin buruknya edukasi?

akhir-akhir ini Indonesia sedang dihebohkan oleh berbagai berita, salah satunya kenaikan BBM yang sudah terjadi mulai hari ini tengah malam tadi, Sabtu, 24 Mei 2008. banyak berita yang menceritakan antrian yang seperti ular di pelbagai pom bensin yang tersebar, hal ini blom lagi ditambah dengan adanya kelangkaan di beberapa tempat.

sore ini, waktu saya dan kawan karib (halah) saya sedang berada di angkot untuk pergi ke toko buku, terdengarlah percakapan bahasa sunda antar supir dan pengangkut (yang kebetulan membawa minyak tanah). saya tidak bisa menerjemahkan secara pasti, tapi kira-kira bunyinya begini:

penumpang (p): “itu macet karena apa ya?”

supir(s): “itu tuh…mahasiswa pada demo di depan gedung sate, sampe nginep segala lagi”

p: “kenapa? gara2 BBM naik itu?”

s: “iya kayaknya, padahal mau mereka nginep juga BBM gak bakalan turun… padahal di koran diman-mana juga dikasih tahu, masalahnya bukan di pemerintah kalo naik BBM, itu mah dari pangkalannya di luar negeri sono, yang masalah di pangkalan internasionalnya, kok masih ngeyel sih”

….

dan begitulah kira-kira sepetik cuplikannya. sepertinya si bapak supir gemar membaca koran, soalnya saya lihat di dashboard mobilnya ada koran lokal yang hendak dy bca juga.

saya dan teman saya tersenyum geli melihatnya. ternyata bapak supir ini lebih rajin dari mahasiswa2 yang katanya mesti lebih rajin itu.

seperti yang kita tahu, masalah kenaikan harga minyak merupakan polemik internasional yang berhubungan dengan masalah rumit yang tidak akan saya bahas disini. intinya adalah, bukan salah pemerintah kalau gak bisa subsidi rakyat lagi.

hal ini harus kita tanamkan di pikiran kita:

negara besar dengan penduduk kurang lebih 200jt orang, yang kebanyakan hidupnya bergantung oleh bahan bakar fosil, seperti minyak. dengan keadaan ekonomi pemerintah yang masih belum stabil anggaran dan simpanannya, dan banyaknya masalah yang harus diselesaikan, tidak adil rasanya kalau kita menuntut lebih banyak lagi dari pemerintah.

selama ini masyarakat indonesia ini sudah dimanjakan dengan subsidi ini dan subsidi itu, dengan bantuan ini dan bantuan itu, dan membuat mental-mental masyarakat menjadi mental ‘harus dibantu’ kalo gak, gak bisa maju.

hal ini harus dihapuskan dari benak masyarakat kita. memang benar kalau pemerintah itu harus menyejahterakan rakyat, tapi pikirin juga donk, apa sanggup dengan segitu mudahnya pemerintah dapat menyelesaikan semua maslah dengan gampangnya?

Mahasiswa: provokator

akhir-akhir ini gerakan unjuk rasa mahasiswa semakin sering terdengar sehubungan dengan kenaikkan harga BBM di Indonesia, mereka menuntut pemerintah untuk tidak menaikkan harga. mereka-mereka yang berunjuk rasa itu, menurut saya, tidak pantas untuk mengkritik pemerintah dengan semudah dan seenaknya saja.

saya sendiri seorang mahasiswa, tapi saya tidak mendukung apa yang rekan-rekan aktivis lakukan dengan berunjuk rasa di pelbagai tempat.

begini, sebagai seorang mahasiswa, yang sudah diajarkan bagaimana caranya untuk menganalisa sesuatu dengan baik, seharusnya mereka dapat melihat, sebab-musabab pemerintah menaikkan harga BBM itu karena apa, dan mencoba menilik sumber utama.

kalau saja mereka jeli dan memahami, mereka akan tahu, kenaikkan harga BBM ini bukan salah pemerintah, tapi karena masalah yng terjadi di dunia internasional sana, sehingga harga makin melonjak terus setiap waktu. kalau harga dunia internasional sudah melejit tinggi, pemerintah tentu harus mengeluarkan kocek lebih dalam lagi untuk membelinya agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. NAH, duitnya dari mana? sedangkan pemerintah sndiri juga gak segitu kayanya untuk membeli minyak dengan harga baru yang mahal.

konsekuensinya, agar kebutuhan minyak dapat terpenuhi, pemerintah harus memotong pengeluaran yang lain, yaitu dari subsidi, agar biarpun mahalan dikit, paling tidak masyarakat tidak langka BBM di dalam negeri. ini sebuah penjelasan singkat dan mudah yang coba saya gunakan.

dari hal diatas, mestinya mahasiswa sudah sadar, kenaikkan harga bukannya salah pemerintah, tapi UDAH KONSEKUENSI yang harus diterima. kalo gak, lu mau negara bangkrut?

tapi yang saya heran, mahasiswa malah jadi penggerak provokasi agar pemerintah menurunkan harga BBM (yang mana juga udah gak mungkin). kalau yang demonstrasi rakyat kecil ato ibu rumah tangga, saya masih mengerti, itu aspirasi mereka sebagai korban langsung. namun, kalau mahasiswa? itu yang saya blum pahami, orang mereka kalau mau beraspirasi, mestinya tunjukkan aspirasi ala mahasiswa, kasih solusi kek, bukannya kasih tekanan ke pemerintah indonesia yang udah ditekan sana-sini.

apalagi teman saya sempat bercerita beberapa kasus bakar ban di televisi untuk unjuk rasa. bakar ban itu pake bahan bakar lo, minyak tanah. daripada dibuang2, mendingan sumbangin ke yang perlu aj kan. belum lagi banyak tindakan anarkis lain yang dilakukan, tidak mencerminkan kelakuan seorang yang sudah dididik sebegitu tingginya.

contoh donk supir angkot yang tadi saya ilustrasikan; bahkan dia yang terkena dampak langsung dari kenaikan BBM, bisa menanggapinya dengan positif dan gak hanya asal asbun doank. dia mengerti dan membuka wawasannya. menurut saya, sikap supir angkot tadi lebih mencerminkan tingkat edukasi yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang berdemo itu.

saya gak bilang unjuk rasa atau demonstrasi itu salah, namun yang saya coba katakan disini adalah bagaimana mahasiswa sebagai seorang yang teredukasi tinggi, dapat menggunakan unjuk rasa dan demontrasi sebagai ajang untuk menyampaikan aspirasi yang positif dan membangun, bukan hanya menekan dan menjelek-jelekan saja. karena kalau hal terakhir saja yang ditekankan, kok saya jadi pesimistis dengan kualitas mahasiswa di Indonesia..

jujur saja, untuk masalah yang membebani rakyat kecil sendiri, saya gak bisa ngasih komentar, karena mereka yang paling menderita memang. tapi dari sini, yang harus dipahami adalah sekarang bagaimana caranya agar kita dapat mencari solusi bagi masyarakat kecil yang tertimpa dampak ini? bukan lagi ngomongin tentang bagaimana caranya nurunin BBM, karena itu udah basi.

itu, yang menurut saya, harusnya mahasiswa aspirasikan. bukannya aspirasi asbun yang gak mencerminkan tingkat edukasi mereka.

salam mahasiswa,

amel

Advertisements

May 24, 2008 at 2:48 PM 9 comments


December 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Posts

Blog Stats

  • 6,943 hits