shoot…tadi udah nulis panjang lebar trus kehapus…..nyebelin.
udhalah, diulang lagi ya:
a friend once told me to changed. berubah buat ke arah yang lebih normal dan lebih baik dalam pandangan mainstream komunitas. maksudnya dy sangat baik, dan gw sangat menghargai itu, dy gak pengen gw dianggap ‘freak’ seperti biasa gw di cap…[padhal gw nyantai aj tuh..hahaha]. tapi dy lalu bilang juga, bahwa gw jangan barubah gmana gitu…cukup jadi diri sendiri aj, cuman lebih baik. okay, sumhow i got the point…biar agak kontradiktif juga..
well, cerita gw diatas itu hanyalah satu dari banyak contoh yg terjadi di masyarakat, dimana dalam masyarakat yang katanya mengakui segala perbedaan ini, ternyata masih belom bisa menjalani secara penuh hati apa yg menurut mereka itu ideologi yang ‘baik’.
maksud gw gini, yah…ini juga bukan murni pemikiran gw, dan merupakan pencerahan dalam sebuah diskusi yg ternyata lumayan menarik…hehehe…
iya, jadi, lu gak akan guna berkoar2 demokrasi, yg mana mengakui hak2 orang del el el, ketika elu belom bisa mengakui hak orang lain sebagai individu. misalnya, klo lu majikan, lu belon bisa ngakuin hak pembantu lu ketika lu kasih gaji pembantu yang udah kerja keras gak sesuai sama keringat yg udah dy keluarin….
ato ketika lu mengagungkan yg namanya unity in diversity, tapi pada nyatanya, lu suka ngetawain n ngomongin orang yang ternya beda dari mainstream yg ada, hanya karena lu merasa dy aneh. see? sama aj boong kan? dan itu terjadi secara nyata di depan mata gw sendiri, meskipun gw rasa mereka gak sadar sama kelakuan dan omongan mreka.
manusia kebanyakan, cenderung ingin diakuin haknya sbagai manusia, dan dihargai perbedaannya sebagai individu. sayangnya, hal tersebut gak dibarengi sama kelakuan mereka. istilah gak mau take n give, hanya take without giving anything. percuma kan kalo lu ngomong dan ngagungin ideologi lu yang judulnya keren itu tapi gak bisa lu terapin dalam kehidupan lu sendiri.
hal ini lebih parah lagi kalo udah masuk ke dunia politik. sadar gak sih, banyak manusia yang merasa politik itu segitu gampangnya dijalani? pdahal kalo mau jujur ya, orang2 yg memandang poltik sedangkal itu, dy biasanya yg dijadiin bidak atau pion dalam dunia politik yg sangat keras dan bejat ini. sadar gak sih, orang2 yang lu agungkan membawa ideologi ini atau itu, bisa aja pribadinya gak berpegang pada ideologi itu, hanya saja, dy menggunakan ideologi itu untuk menjerat massa dan memobilisasi banyak hal untuk mengantarkannya ke dalam suatu jabatan ato posisi tertentu.
well, pada akhirnya smua ini adalah asumsi gw yang belom dapat dijelaskan secara faktual lewat data2 yg ada. but at least, gw berharap, dengan gw nulis gini, ada kesadaran kritis minimal dari yang baca, buat berpikir berkali2, bahwa untuk memahami suatu masalah, gak bisa hanya mengetahui berita dari 1 ato 2 sisim tapi dari berbagai sisi. sehingga kita bisa lebih wise dalam memutuskan suatu solusi dalam permasalahan tersbut.
in the end [again], biarpun kata2 gw masih brantakan dan scattered like always, hoope u guys udah dapet gamabaran dari apa yg gw omongin. BE REAL. NOT THEATRICAL n PLASTICS

1.
Christian Pakpahan | August 15, 2009 at 4:20 PM
I like the way you think. To be honest what I’ve always hated about Indonesia is their ‘herd-mentality’. Everytime I go back I see the people following the same trends, buying the same products, excited about the same things, it makes me sick seriously.
The trend now is BlackBerry right? Anyway, the thing I like about the Western societies is every individual is different, and nobody really considers you better or worse because of the differences. And no matter how ‘innovative’ even some artists in Indonesians want to be, they act the same way. TV Presenters talk the same way, its all identical, thats why this nation is progressing slowly, no independent critical thought.
Sorry now I’m whining hahaha. Anyway, I support u Amelia, be different, the mainstream is boring. The conformists won’t amount to much, they’ll always be average cause they’re afraid to be different. I’d rather go all the way and either succeed well or lose terribly. I don’t ever want to be mainstream.
2.
amelia rhea josephine | October 20, 2009 at 8:44 PM
@chris: thank you! tau gak, dibandingkan tahun2 lalu, kayaknya lebih banyak lagi orang yang makin menghargai perbedaan di sekitar sini, meskpun masih banyak yang harus blajar dan meresapi artinya menghormati dalam perbedaan..hahaha
and yes, mainstream could be boring. be different! =)